Selasa, 28 Desember 2010

Musik Keras Tingkatkan Semangat Wanita

Liputan6.com, Jakarta: Banyak orang senang mendengarkan musik dengan volume keras. Meski sebagian merasa terganggu dengan dentuman suaranya yang keras, namun sebuah penelitian mengungkap bahwa musik keras ternyata bisa memompa semangat wanita untuk meningkatkan aktivitasnya.

Aktivitas yang meningkat terjadi saat wanita bekerja dan berolahraga , apalagi jika suara keras berasal dari musik favoritnya. Studi tersebut menunjukkan bahwa mereka yang mengeraskan sedikit volume suara musiknya tidak hanya akan meningkatkan kinerja, tapi juga meningkatkan mood.

"Mereka bekerja lebih baik dan juga lebih bahagia. Secara psikologis, musik bisa membuat semangat seseorang terpompa dan membuat pekerjaan tidak terasa berat karena meningkatnya hormon adrenalin," ujar ketua studi tersebut, Janet McMordie dari University of Western Ontario, Canada seperti dikutip dari That's Fit.

Wanita yang mendengarkan musik lebih keras bisa melakukan olahraga lebih banyak sebelum rasa lelah datang ketimbang mereka yang mendengarkan musik dengan volume kecil. Menurut Gina Lombardi, seorang ahli fitness yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan bahwa musik dapat membuat seseorang lebih banyak bergerak, meningkatkan kemampuan fisik dan membuat acara olahraga lebih menyenangkan.

Dari studi itu, Lombardi pun menyebutkan beberapa musik tempo cepat yang banyak disukai para partisipan, diantaranya "Boom Boom Pow (Black Eyed Peas), "Jai Ho" (A.R. Rahman dari film "Slumdog Millionaire"), "Poker Face" (Lady Gaga), "Waking Up in Vegas" (Katy Perry), "Summer Nights" (Rascal Flatts) dan juga lagu "Black or White", yang dipopulerkan Raja Pop Michael Jackson. (Fit/WP/ARI))

8 Gunung Berapi Indonesia yang terkenal di Dunia karena letusannya

Volcanic Explosivity Index (VEI) dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi.
8. Gunung Kelud (VEI=4)
Sejak abad ke-15, Gunung Kelut telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.

Pada abad ke-20, Gunung Kelut tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
7. Gunung Merapi (VEI=4)
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.


6. Gunung Galunggung (VEI=5)
Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

5. Gunung Agung (VEI=5)
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.
Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan.
Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung, akhirnya perjalanan 7 km dalam 20 hari mendatang. Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.


4. Krakatau (VEI=6)
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan

Minggu, 26 Desember 2010

Misteri Gunung Lawu

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton, semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta. Dari visi folklore, ada kisah mitologi setempat yang menarik dan menyakinkan siapa sebenarnya penguasa gunung Lawu dan mengapa tempat itu begitu berwibawa dan berkesan angker bagi penduduk setempat atau siapa saja yang bermaksud tetirah dan mesanggarah.

Siapapun yang hendak pergi ke puncaknya bekal pengetahuan utama adalah tabu-tabu atau weweler atau peraturan-peraturan yang tertulis yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan, dan bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M). Alkisah, pada era pasang surut kerajaan Majapahit, bertahta sebagai raja adalah Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Jinbun Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Jinbun Fatah setelah dewasa menghayati keyakinan yang berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Jinbun Fatah seorang muslim. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak). Melihat situasi dan kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Akankah jaman Kerta Majapahit dapat dipertahankan?

Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dan wisik pun datang, pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang umbul itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Niat di hati mereka adalah mukti mati bersama Sang Prabu . Syahdan, Sang Prabu bersama tiga orang abdi itupun sampailan di puncak Harga Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah : Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus surut, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Kepada kamu Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Suasana pun hening dan melihat drama semacam itu, tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bagaimana mungkin ini terjadi Sang Prabu? Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini. Dan dua orang tuan dan abdi itupun berpisah dalam suasana yang mengharukan.

Singkat cerita Sang Prabu Barawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Bagaimana situasi Majapahit sepeninggak Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajan adalah Pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai orang yang sakti dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu lereng Tenggara.

Ruhut Minta Gayus Tambunan Dihukum Mati

Jakarta - Semua orang geregetan dengan ulah Gayus Tambunan yang masih saja menyuap saat di tahanan. Termasuk Anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul. Ruhut geram dan meminta agar Gayus dihukum mati saja.

"Walaupun aset sudah disita, dia bisa mengancam menyanyi kepada mafia di luar kalau dia tidak dikasih uang. Kayaknya dia tidak merasa berdosa, saya kira Gayus harus dihukum mati biar tidak melakukan perbuatannya menyuap polisi lagi," ujar Ruhut kepada deetikcom, Sabtu (13/11/2010).

Ruhut meminta Gayus dihukum mati bukan tanpa sebab. Ruhut tak mau Gayus melenggang bebas dari tahanan karena membeli hukum.

"Apalagi saya lihat ada penilaian psikolog dia psikopat, itu kan bahaya, dia bias-bisa tidak dihukum dan bebas begitu saja," keluh Ruhut.

Ruhut kemudian berharap Polri terus mengembangkan kasus Gayus hingga mengarah ke sejumlah oknum di luar penjara yang terus mensuplai uang kepada Gayus. Menurut Ruhut, Gayus sudah menjadi sosok yang ditakuti di kalangan mafia pajak.

"Dalam kasus ini perlu dikembangkan, jangan Gayus tambunan sudah menjadi jagoan dia sudah merasa punya ATM dimana-mana yaitu orang yang bersekongkol dengan dia dalam penggelapan pajak," papar Ruhut.

Di internal Kepolisian, Ruhut mendorong agar terus dilakukan pembersihan. Ruhut curiga Gayus sudah menyuap sejumlah aparat Kepolisian.

"Oleh karena itu semua oknum yang terlibat dengan Gayus sampai petingginya di Kepolisian harus dihukum seberat-beratnya sampai dipecat karena sangat mencoreng citra penegakan hukum kita di tengah musibah," pinta Ruhut.

Kepada Kapolri, Ruhut meminta terus mendorong anak buahnya mengusut kepergian Gayus ke Bali. Menurut Ruhut, hal ini sangat mencoreng citra penegakan hukum di Indonesia.

"Saya yakin Kapolri tidak terlibat. Tapi saya minta Kapolri jemput bola usut
ini," pungkasnya.
(van/mpr)

Rabu, 22 Desember 2010

gunung merapi.

Sampai malam ini merapi masih terus melakukan aktivitas vulkanik meski sehari tadi di guyur hujan deras, sehingga mengakibatkan banjir lava dingin yang menuju ke beberapa sungai yang mengalirkan lava dari gunung merapi, kabar merapi terkini menyebutkan bahwa 1,5 Hari Merapi Tak Henti Muntahkan Awan Panas, selain itu gempa yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik sulit sekali di deteksi
Berikut ini berita merapi terkini atau kabar terkini dari merapi dari pagi tadi sampai malam ini menurut detik.com
Gunung Merapi tidak memberikan tanda akan berhenti menyemburkan awan panas sejak Rabu(3/11) siang kemarin hingga pagi ini, Kamis(4/11) siang. Hujan abu vulkanik yang dihasilkan dari gunung ini bahkan sudah mencapai berbagai kawasan yang jaraknya cukup jauh dari Merapi.
Gunung Merapi sendiri masih memuntahkan awan panas sejak kembali meletus pukul 06.00 WIB pagi tadi dan masih bisa terlihat secara visual awan panasnya menyembur hingga 5.000 meter dengan arah angin ke barat.
Menurut Waluyo Raharjo selaku koordinator Basarnas Merapi. Sejak pukul 24.00 WIB Rabu (3/11), guncangan lokal sudah terjadi puluhan kali.
“Sementara untuk debit lahar dingin di Kali Kuning sudah menurun, tidak sederas kemarin sore,” tukas Waluyo yang melihat langsung ke lokasi pukul 10.00 WIB tadi.
Berikut Kronologi Aktivitas Merapi pada 4 November berdasarkan laporan tim Basarnas di Posko Utama Pakem, Sleman, Yogyakarta:
  • Pukul 24.00 WIB dilaporkan guncangan gempa lokal sudah terjadi puluhan kali di sekitar kawasan Merapi.
  • Pukul 06.00 WIB Gunung Merapi kembali meletus dan bisa terlihat secara visual awan panasnya menyembur hingga 5.000 meter dengan arah angin ke barat.
  • Pukul 10.00 WIB debit lahar dingin di Kali Kuning dilaporkan sudah mulai berkurang dan tidak sederas kemarin sore.
  • Pukul 11.30 WIB suara seismograf yang terdengar melalui HT (Handy Talky) di Posko Utama Pakem menandakan bahwa Gunung Merapi masih ‘terbatuk-batuk’ dengan tingkat erupsi yang tidak begitu tinggi.
  • Pukul 12.00 WIB masih terjadi erupsi. Cuaca di kawasan Merapi mendung tebal dan hujan sehingga menyulitkan pantauan visual Gunung Merapi.
  • Pukul 12.15 WIB debit lahar dingin di Kali Gendol dan Kali Boyong mengalami peningkatan akibat hujan yang melanda kawasan Merapi. Sementara itu belum ada laporan peningkatan debit di Kali Kuning dan Kali Woro.

Selasa, 07 Desember 2010

Rindu Kasih Sayang


Ketika hati ini, mulai merasakan kerinduan dan belai kasih sayang dari seorang ibu ...
hidup q terasa sepi n sunyi tanpa kehadiran seorang ibu,bagi q ibu adalah segalanya dari yang lain.
Ibu q yang telah lama meninggalkan kan q,ketika q baru beranjak remaja,pada saat itu q sangat sekali membutuhkan seorang ibu yang selalu berada disisi q,menasehati q,mengajari q,membimbing q,dan menjaga q.
jasa apa ya allah.............. yang akan q balas pada seorang ibu yang telah melahirkan q, merawat q dan selalu berkorban untuk q.

Menjelang senja dipertengahan tahun 2010, Saat q merawat adik bungsu.Disanalah q merasakan serta merintih dan hidup larut dalam kesedihan,bagi q ibu terlalu cepat pergi meninggalkan kami semua.
Disudut ruang seorang bayi perempuan berumur beberapa bulan menangis
 
Tenangkan Adx daya yg mungil yang sedang lemah
Terdengar bunyi napas ibu q itu dibalik penyakit  mah kronis nya
Dekapan hangat dan aliran cinta hentikan tangis sang ibu yang sakit
Tak ada suatu yang bisa diberikan ,namun tak ada keluh kesah luluhkan hati
Kehidupan yang tidak mudah itu adalah tantangan
Hadapi dengan keberanian dan nikmati kehidupan dengan realistis
Seorang perempuan tangguh, bijak, penuh cinta kasih..
36 tahun kemudian…
Tatkala usia ibu q mulai masuki masa tua
Tubuhnya mulai digerogoti mah yang mulai menjalar ke Pangkreasnya
Ia masih menunjukkan keberaniannya yang luar biasa menghadapi hidup
Ia jalani pembedahan besar dengan yakin dan senyuman
Kehilangan beberapa bagian organ penting tubuhnya
Disambung kemoterapi intensif selama 6 bulan tanpa henti, setiap harinya
Dia kembali berikan contoh nyata, keberanian menghadapi kehidupan
Walau dititik-titik tertentu semuanya tak ada yang mudah
Dibalik hari-hari tuanya kini, semangat itu masih terpancar kuat
Sebuah refleksi cinta kasih yang tulus tanpa batas
Sebuah keberanian menghadapi realitas kehidupan yang tak sempurna
Sebuah keteladanan yang luar biasa mengatur arah kehidupan
Sebuah arti kehangatan keluarga
Tak ada kepekaan instuisi yang lebih tajam darinya atas kondisi anak-anaknya
Tak ada kata yang cukup untuk ekspresikan terimakasihku untuk perempuan itu
Tak ada dekapan hangat, dan pelukan yang cukup ungkapkan cintaku untuknya
Tak ada sembah sujud yang cukup ungkapkan hormatku padanya
Tak ada balas budi yang cukup untuk semua pelajaran kehidupan yang telah diberikannya
Namun dengan bait-bait kata ini..
Aku tetap ingin ungkapkan isi hatiku, untuk semua yang telah engkau berikan
Terima kasih ibu…
Sebuah puisi untuk ibuku.
Ungkapan terima kasih, hormat dan cinta kasihku yang tak terhingga untuk seorang ibuku yang telah memberi cintanya secara utuh, membesarkan dan mengajarkan arti kehidupan yang membawaku ketitik perjalanan kehidupanku hari ini. Dia adalah Deskarini, ibuku..